![]() |
Rere (kiri) satu diantara pembeli kue keranjang milik Endi di kawasan Jalan Gajah Mada Pontianak, Minggu 4 Februari 2024. (Reka Refani Vanda Hutapea) |
Penulis: Reka Refani Vanda Hutapea
Editor: Ridho Panji Pradana
PONTIANAK - Kue keranjang menjadi satu diantara makanan khas dari saat perayaan Imlek.
Kue yang berbentuk bulat dan bewarna coklat itu menjadi simbol kemakmuran masyarakat Tionghoa.
Kue yang juga banyak diminati dari berbagai kalangan ini terbuat dari tepung ketan dan gula.
Tekstur dari kue yang dibungkus dengan plastik ini agak kenyal dan sedikit lengket.
Mendekati perayaan Imlek yang berlagsung pada 10 Februari 2024, penjual kue keranjang pun mulai menjamur.
Satu diantaranya adalah Endi, penjual kue keranjang di Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Kalbar.
Menurut Endi, penjualan kue keranjang selalu ramai diminati warga kota Pontianak yang datang membeli kue khas imlek tersebut.
Harga yang dijual Endi mulai dari Rp.13 ribu hingga Rp.16 ribu untuk kue keranjang dengan ukuran besar setengah kilo.
![]() |
| Penampakan Kue Keranjang milik Endi yang dijajakan di kawasan Jalan Gajah Mada Kota Pontianak, Minggu 4 Februari 2024. (Reka Refani Vanda Hutapea) |
“Itu setengah kilo, harganya Rp13 ribu, kalau dua biji kan sekilo, ha aitu 25 (Rp. 25 ribu, red),” kata Endi saat ditemui di Jalan Gajah Mada, Pontianak, pada Minggu 4 Febuari 2024.
Endi mulai menjajakan kue keranjang itu dari jam 5 subuh sampai jam 6 sore bersama sang istri.
Kue keranjang yang berhasil dijual setiap hari bisa sampai ratusan kilogram.
Selain menjual rasa original, Endi juga menjual rasa baru seperti Pandan dan Durian.
Kue Keranjang rasa pandan baru hadir sekitar 3 tahun belakang dan menjadi primadona saat Imlek tiba.
Lebih lanjut, Endi mengatakan produksi dan penjualan kue keranjang tidak ada perbedaan dari tahun ke tahun.
“Sama aja.. Kita juga ambil sama orang..” tutup Endi.
Tonton cuplikan liputan kue keranjang di Pontianak, Klik Disini!


Komentar
Posting Komentar