Ambil Alat Ibadah di Klenteng Tri Dharma Bakti, Bayar Seikhlasnya

Perlengkapan ibadah masyarakat Tionghoa di Klenteng Tri Dharma Bakti yang berada di Pusat Perbelanjaan Kapuas Indah, Jalan Kapten Marsan, Darat Sekip, Pontianak Kota, Pontianak. Perlengkapan ibadah ini bisa diambil oleh umat dengan bayar seikhlasnya melalui kotak amal. (Ridho Panji Pradana)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ridho Panji Pradana

PONTIANAK - Klenteng Tri Dharma Bakti yang beralamat di kawasan Pusat Perbelanjaan Kapuas Indah, Jalan Kapten Marsan, Darat Sekip, Pontianak Kota, Pontianak bisa menjadi percontohan.

Pasalnya masyarakat Tionghoa yang menganut ajaran agama tersebut bisa mengambil alat ibadah atau sembahyang di Klenteng tersebut tidak dengan biaya yang ditetapkan.

Pengurus Kleteng Tri Dharma Bakti atau Sa Seng Keng menerapkan jika boleh ambil alat ibadah atau sembahyang, bayar seikhlasnya dengan kotak amal.

Hal ini diutarakan oleh Gunawan Sarjono, pengurus Klenteng Tri Dharma Bakti yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua Marga Lim. 

"Alat ibadah yang ada tidak bayar, namun dimasukan dalam kotak amal," ujar pria yang juga mempunyai nama lain yakni Lim Khuang Hi saat ditemui, Minggu 4 Februari 2024 siang.

Letak dari perlengkapan ibadah atau sembahyang itu sendiri ada di pojok kiri ketika memasuki Klenteng.

Perlengkapan ibadah itu diantaranya gaharu, bunga teratai dan berbagai hal lainnya.

Lim Khuang Hi pun menegaskan jika pihaknya tidak mempermasalahkan mengenai jumlah dari para pemberi donasi.

"Terserah orang, sedikit banyak," bebernya.

Namun untuk sekarang Klenteng masih ditutup.  Pasalnya tempat ibadah mayoritas masyarakat Tionghoa itu sedang dilakukan pembersihan.

Diungkapkan Gunawan Sarjono jika Klenteng Tri Dharma baru akan dibuka pada 9 Februari 2024 sejak pukul 06.00 WIB.

"Tanggal 9 Februari 2024 pagi pukul 06.00 WIB baru dibuka, dilakukan sembahyang jelang Imlek, sekarang tutup," ujarnya.

Saat sembahyang, Gunawan Sumarjo mengatakan jika para umat yang beribadah menggunakan gaharu hingga bunga teratai yang dibakar untuk dewa dewi yang ada.

Dewa-dewi itu diantaranya Putra Raya Na Ca, Dewi Samudra, Ma Cou, dan ada Kam Thian Tai Ti/Tuak Pek Kong.


Komentar